Monday, September 16, 2013

7 Mobil Keluarga di bawah Rp200 juta
 
Anda berniat membeli mobil keluarga dengan harga dibawah Rp200 juta? berikut panduan yang diberikan oleh WOW (komunitas penggemar dan pasar mobil)

Mau tahu apa saja pilihan mobil keluarga tujuh kursi dibawah Rp 200 juta berfitur safety dual airbags bagi penumpang depan?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan keluarga Indonesia ketika ingin membeli mobil baru. Selain kemewahannya, tak kalah penting adalah faktor keamanan dan keselamatan. Tak ketinggalan kenyamanan dan juga konsumsi bahan bakar perlu mendapat perhatian seksama.
Berbicara mengenai mobil keluarga yang aman, mewah, irit, dan nyaman dan berharga di bawah Rp 200 juta saat ini cukup banyak tersedia di pasaran. Sebut saja, All New Toyota Avanza, All New Daihatsu Xenia, All New Grand Livina, Nissan Evalia, Mazda VX-1 atau Suzuki Ertiga serta Proton Exora Star.
Dari sekian banyak merek tersebut, menurut analisis penulis value for money, artinya dengan harga jual terjangkau kisaran itu, mobil dilengkapi dengan fitur sekelas MPV mewah, pun demikian resale valuenya tetap terjaga. Tapi semua berpulang kembali pada Anda yang menentukan. (Ristu)
All New Toyota Avanza
Desain eksterior yang jauh lebih gagah dan modern dari versi sebelumnya untuk memberi Anda kepuasan akan estetika. Kini di semua tipe dilengkapi dual airbags bagi penumpang depan. Bagasi luas
Tersedia pilihan mesin bensin 1.300 cc VVTi dan 1.500 cc VVTi yang keduanya tergolong irit bahan bakar. Di luar bengkel resmi, tempat servis umum yang mampu menangani di kala terjadi problem sangat banyak, termasuk ketersediaan suku cadang juga berlimpah.
Tipe E 1.3 M/T dijual mulai Rp. 155 Jutaan sedangkan grade menengah Rp. 177, 5 juta (1.5 G M/T). Ingin tampil lebih beda ada pilihan lain yaitu Avanza Veloz 1.5 A/T yang dibanderol Rp. 193 Juta dengan perangkat bodi kit dan fitur lebih komplit.
All New Daihatsu Xenia
Memiliki desain eksterior yang serupa dengan saudaranya Avanza. Namun, Produk kerjasama sukses antara Daihatsu dan Toyota ini ditawarkan dalam pilihan mesin lebih kecil, paling besarnya adalah mesin paling kecil Avanza, 1.300 cc VVTi dan 1.000 cc VVTi.
Untuk varian Daihatsu berdasar spesifikasi pabrik amat banyak sehingga memiliki banyak pilihan rentang harga yang dapat disesuaikan kebutuhan calon buyers.
Xenia airbags D MT 1.0 STD dihargai Rp. 137 jutaan, tipe X MT 1.3 Plus Rp. 154 jutaan, dan tipe paling atas dibanderol Rp. 189,8 jutaan untuk R AT 1.3 Attivo.

All New Grand Livina
Sama seperti para rivalnya, MPV Nissan ini, juga mengalami penyegaran, tampak bagian depan mengalami perubahan khususnya grille yang kini mengaplikasi desain V Strut. Selain itu motif velg serta desain stop lamp yang kian modis dari pendahulunya.
Hanya saja untuk banderolnya lebih mahal dari para rival, dengan harga terendah dijual Rp. 179 jutaan (1.5 SV M/T), Rp. 189 jutaan untuk tipe otomatisnya sedangkan model XV 1.5 MT dilepas Rp. 199 juta.
Pengamanan lebih maksimal dengan Dual SRS Airbag di sisi pengemudi dan penumpang yang mengembang otomatis saat terkena benturan keras dari depan
Mazda VX-1
PT Mazda Motor Indonesia, Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Jakarta mengatakan VX-1 hadir menjawab kekosongan celah di kelas MPV berharga terjangkau-selama ini MPV keluaran Mazda dijual diatas Rp. 300 juta, contoh Biante (Rp 380 jutaan) ataupun Mazda8 (Rp 501 jutaan)-sedangkan VX-1 dipatok mulai Rp 178,8 juta tipe V dan Rp. 191 juta tipe R.
Penampilan luar VX-1 serupa dengan Ertiga keluaran Suzuki, hanya berganti logonya saja. Terdapat logo burung terbang di grille depan dan pintu belakang. Adanya lampu kabut di bumper depan dan rear roof spoiler di belakang menghemat pengeluaran untuk membeli aksesori.
Fitur keselamatan penumpang berupa dual front SRS airbags tersedia khusus buat tipe paling atas (R) begitu juga dengan rem berteknologi ABS (Antilock Brake System) dengan EBD (Electronic Brakeforce Distribution). Kedua model VX-1 dilengkapi mesin 1.373 cc, 4 silinder segaris, DOHC 16 katup, VVT (Variable Valve Timing) yang dikombinasikan girbok 5 kecepatan manual, berpenggerak roda depan. 
Nissan Evalia
Ada empat varian Evalia (S, ST, SV dan XV), khusus XV (tipe mewah), interiornya menyajikan head unit 1 DIN dengan DVD, AM/FM USB, AUX yang terintegrasi dengan layar monitor 10 inchi (roof monitor) bagi penumpang belakang. Serta rear cooler control di baris ketiga, alhasil penumpang dapat leluasa mengatur pendinginan sesuai keinginan.
Selain itu, rear view camera untuk memudahkan saat parkir dan mengetahui berbagai blind spot di sekitar. Tak hanya itu, fitur keamanannya didukung SRS Airbag di dalam setir dan juga rem berteknologi ABS, EBD dan BA.
Harganya dijual mulai Rp. 185 Juta (1.5 XV MT) sedangkan 1.5 XV AT labelnya Rp. 195 juta.
Suzuki Ertiga
Mobil keluarga terbaru keluaran Suzuki ini mengambil platform dari New Swift sehingga diklaim memberikan kenyamanan bagi penumpang.
ERTIGA hadir dengan transmisi Otomatis (A/T) untuk tipe GL, GX dan GA (M/T), untuk melengkapi jajaran produk mobil-mobil suzuki yang ada saat ini, sekaligus memberikan penyegaran dan variasi produk pada segmen pasar kelas MPV Bonnet di tanah air.
Namun untuk faktor keselamatan, hanya model GX yang dilengkapi dengan Dual SRS Air Bag (tipe GX), terletak pada kemudi dan dashboard akan mengembang pada saat terjadi benturan keras. Pengemudi dan penumpang disebelahnya akan terhindar dari resiko benturan fatal dari depan karena tertahan air bags yang mengembang.
Tipe GX Double Blower AT dipasarkan dengan harga Rp. 185, 8 juta sedangkan varian transmisi manualnya dibanderol Rp. 174,8 juta.
Proton Exora Star
Proton Exora Star adalah Mobil Ideal untuk keluarga dengan fitur- fitur eksklusif dan canggih tapi dengan harga murah dan terjangkau oleh masyarakat umum, kami rekomendasikan proton exora. MPV tujuh penumpang asal Malaysia ini selain memiliki fitur canggih diantaranya power steering, air conditioner (AC), central door lock, front & rear power window, audio system (CD, MP3, WMA, Bluetooth), alarm system, driver seat height adjuster, dan fitur lain seperti tinted glass, side body molding, mud guard, dan door visor.
Namun sayang fitur keselamatan airbags hanya terdapat di posisi pengemudi saja. Harganya Exora 1.6 AT dijual Rp. 173 jutaan.

Monday, September 9, 2013

Tips Bikin Mobil Kembali Segar setelah Mudik

Usai ritual mudik, mobil juga butuh penyegaran. Cek dan periksa agar transporter kembali segar dan bugar untuk beraktivitas  bisa segar dan siap beraktivitas kembali
Perjalanan jauh dan melelahkan begitu identik dengan ritual mudik. Tidak hanya Anda, mobil pun mengalami “kelelahan” yang butuh juga direkondisi. Setidaknya, saat digunakan untuk keseharian kembali, performa dan penampilan mobil sudah siap.
Periksa kembali komponen vital. Cek kebocoran hingga kondisi aktual suspensi pascamudik. Selain itu, ritual bebenah untuk sekadar menyegarkan kembali interior maupun eksterior. Agar lebih puas dan apabila anda tidak mampu melakukannya sendiri, beberapa bengkel resmi ATPM memang menyediakan servis untuk general check up mobil setelah kita melakukan mudik lebaran. Disamping general check up yang dilakukan oleh beres, kita juga bisa meminta check tambahan apabila ada keluhan-keluhan terkait mobil kita.
Selamat beraktivitas…salam otomotif!

Eksterior
Selesai liburan, eksterior mobil bisa dipastikan kotor. Bayangkan, selama bepergian mobil sulit atau bahkan tidak sempat dibersihkan. Apalagi ternyata akhir-akhir ini curah hujan kembali meningkat.
•    Bersihkan kembali area sekitar gril. Perhatikan pula sekitar lampu, bumper dan spatbor. Di sini kerap menempel kotoran seperti serangga mati, jelaga knalpot, atau aspal. Bersihkan dengan menggunakan tar remover.
•    Sisa serangga dan noda knalpot juga kerap terdeteksi di kap mesin dan kaca depan. Tapi untuk kaca, gunakan pembersih khusus kaca alias glass cleaner. Lakukan inspeksi hingga bagian belakang mobil.
•    Untuk menjaga kebersihan dan kilau bodi mobil, lakukan proses wax. Begitupun dengan kaca menggunakan glass coating. Untuk ban, bisa dipakai tire restorer dan pelek memakai metal polish.

Interior
Tak kalah heboh dengan bodi luar, perawatan penuh kudu dilakukan pada kabin usai liburan. Yang pertama wajib dilakukan adalah mengeluarkan seluruh barang bawaan yang ada di dalam mobil. Seperti majalah, botol air, atau bungkus makanan.
•    Kalau bisa dilepas, keluarkan karpet mobil. Sikat agar kotoran rontok. Jika ada noda, bersihkan dengan interior cleaner. Karpet karet sebaiknya dicuci supaya bersih.
•    Gunakan vacuum cleaner untuk membersihkan area bawah, termasuk kolong bangku. Gunakan pula untuk membersihkan rongga penyimpanan agar semua kotoran dapat terangkat. Bangku juga bisa dibersihkan dengan penyedot debu, terutama di sela-sela antara sandaran dan alas.
•    Seka area dasbor dan panel pintu dengan lap chamois setengah basah. Agar maksimal, gunakan kain mikrofiber sebagai pengeringnya. Sebagai pelindung dari sengatan sinar matahari bisa dipakai interior conditioner.

Cek Kebocoran
Masalah kebocoran, jelas bukan masalah sepele. Umumnya, terjadi pada mobil lansiran lawas. Namun yang perlu diperhatikan saat kebocoran yakni sumber dan jenis material. Untuk kebocoran berupa minyak, perhatikan lokasi kebocoran. Apakah lelehan minyak tersebut berasal dari booster power steering, mesin dan sebagainya.
Untuk lelehan air radiator. Cukup perhatikan warna coolant radiatornya, merah atau hijau? Sementara bila menggunakan air biasa, lihat warna korosi agak kecoklatan menetes.

Suspensi
Suspensi memegang peran penting bagi kenyamanan dan pengendalian mobil. Pasca perjalanan jauh, suspensi menjadi salah satu sistem yang harus diperhatikan kondisinya. Terutama bagi mobil yang berjalan dengan beban penuh/berat dan menempuh banyak jalan tak rata.
Secara mendasar ada 2 komponen yang harus dicek, sokbreker dan karet-karet. Per – meski masuk dalam sistem suspensi, selama tidak melewati kondisi ekstrem maka relatif bebas masalah. Disarikan dari http://www.autobild.co.id---












Wednesday, July 23, 2008

Kopling Great Corolla

Berikut disarikan artikel tentang kopling great corolla yang berasal dari www.bengkelgratis.com


Selamat pagi Bapak, perkenalkan saya Christian dari solo, kurang lebih 6 bulan ini saya selalu mengikuti tulisan Bapak di Suara Merdeka. Sebulan yg lalu saya mulai memakai Great Corolla 95 (sebelumnya Accord Maestro). Perkenankan saya untuk bertanya beberapa hal, terkait dengan kopling :
1. Great Corolla menggunakan jenis kopling apa, jenis mekanis atau hidrolis ?
2. Saat ini kopling terasa agak berat injakannya, tetapi perpindahan gigi sama sekali
tidak ada masalah (halus/lancar), apakah ini indikasi harus ganti plat kopling ?
3. Apakah pedal kopling bisa distel tingkat kekerasannya ?
4. Bila kondisi ini tidak saya perbaiki segera, kira kira bisa bertahan berapa lama lagi
dan seberapa besar resiko kerusakan yg mungkin timbul ?
5. Jika memang harus ganti, apakah penggantian harus satu set lengkap termasuk
matahari, laher, master atas & bawah juga ?
6. Bilamana saatnya harus penggantian satu set komplit tetapi saya hanya mengganti
secara parsial, resiko apakah yg mungkin timbul ?
Terima kasih atas penjelasan yang Bapak berikan, mohon maaf pertanyaan saya
seperti tembakan dari senapan mesin. Salam Christian SN christiansn1@gmail.com

Jawab:

  1. Jenis kopling pada Great Corolla menggunakan sisyim hidrolik, artinya pemindahan daja dari tekanan kaki sampai ke kopling menggunakan minya. Sekarang hampir semua mobil menggunakan sistim ini.
  2. Kalau injakan kaki terasa berat umumnya disebabkan oleh clutch cover (matahari) sudah tidak elastic lagi, ibarat karet tidak kenyal lagi. Jadi mesti ganti karena bagian ini tidak bisa diperbaiki.
  3. Pedal kopling tidak bisa mengurangi tingkat kekerasan, hanya mengurangi angkatan kaki saja. Jarak angkatan sampai mobil bergerak.
  4. Resiko kerusakan jangka pendek sih tidak ada, hanya semakin lama semakin pegal saja, finalnya memindahkan gigi menjadi sulit.
  5. Benar, kalau ganti sebaiknya sekali membongkar, hendaknya mengganti semua bagian di kopling. Pilot bearing, plat kopling, clutch cover, release bearing karena bagian bagian itu sudah bekerja sama lamanya.

Penggantian bagian kopling umumnya antara 80.000 km sampai 100.000 km tergantung wilayah macet. Kalau Jakarta sebih singkat, karena sering injak dan lepas, berbeda dengan di Magelang atau Solo.

From: christian sn

Sent: Wednesday, June 11, 2008 8:08 PM

Subject: Re: kopling great corolla 95

Yth Bp Martin
terimakasih atas perkenan Bapak menjawab pertanyaan2 saya, mohon maaf sekali lagi saya ingin mendapatkan penegasan ulang.
jadi kalo saat ini perpindahan gigi masih alus tanpa getaran & bunyi2, berarti saya masih memiliki waktu beberapa saat sebelum harus mengganti satu set komplit (plat kopling, matahari & laher) ? dengan kata lain belum harus ganti sekarang ?
terimakasih

Jawab:

Tidak tergantung berapa lama, tetapi nyamannya kopling tergantung berapa jauh jarak tempuh. Kalau sekarang masih lunah dan pengisian gigi tidak masalah, saya pikir kondisinya masih bagus. Gejala pertama biasanya lepas kopling bergetar, paling parah mesin mutas, kopling sudah lepas tetapi mobil tidak mau beranjak. Ini namanya kopling slip.

temperatur mesin dan knocking pada great corolla

Berikut disampaikan konsultasi otomotif yang saya lakukan terkait dengan mesin great corolla yang disarikan dari www.bengkelgratis.com

Nama: bambang
Alamat: tanah sareal
bogor
email: mayasari_134@yahoo.com
Konsultasi Anda: salam pak martin, terimakasih atas saran bapak tentang air radiator great corolla saya beberapa waktu yang lalu, sekarang air radiator sudah tidak berkurang lagi. Tapi beberapa hari lalu saya pake ke depok, kondisi jalan sangat macet sepanjang 10km-an, sehingga temperatur naik sedikit diatas setengah apakah itu normal?
Kemudian great saya kalo dalam kondisi penumpang tidak penuh(3 orang)+AC mobil tidak ngiklik (knocking), tapi kalo muatan penuh (5 penumpang)+ AC kenapa jadi ngiklik ya pak?sebelumnya pernah disetel di auto 2000, jadi tidak ngiklik tapi agak ngebul, katanya terlalu kaya bensinnya, trus disetel lagi, bersih, tidak bau dan tidak ngebul, tapi kalo muatan penuh+ac jadi ngiklik....tolong pak apa yang harus saya lakukan. perlu diketahui saya pake premium...terima kasih pak martin

Jawab:

Pertama tentang temperature yang agak naik, tidak malah karena memag jalan macet. Tidak kawatir di Great Corolla kalau terjadi over heat ada sensor pengaman yang akan mematikan mobil sehingga tidak akan merusakan mobil Anda. Memang yang akan sangat mengganggu kalau ada yang bocor.

Soal stelan oleh Auto2000 memang sudah betul, mereka mestinya megetel mamakai CO tester sehingga katahuan bagusnya campuran. Itu ada hubungan dengan tenaga mesin yang agak berkurang karena mestinya pakai pertamax. Untuk mengatasi kondisi ini, ketika menyetir pedal gas injkanya lebih dalam dan pakai gigi transmisi yang lebih rendah.. Tidak perlu menyetel ulang mesin, nanti malah boros.

Perawatan Great Corolla



Berikut konsultasi otomotif yang dicuplik dari www.bengkelgratis.com tentang perawatan great corolla

Nama: Nandang
Alamat: Karawang
email:
iwbl30@hotmail.com
Konsultasi Anda: Pak Martin .
Minta saran lagi, walao Great Ku Bagus tapi itu mobil bekas orang. Kira-kira kalau saya bawa ke bengkel apa saja yang harus diperiksa untuk perjalanan jauh.
Trima Kasih

Jawab:

Great mesinnya bagus, dari beberapa pengalaman yang saya tahu,

1. Perhatikan radiatornya, kalau kalau ada yang mulai ada rembesan air, silahkan perbaiki jangan ditunda. Karena tutupan atasnya terbuat dari plastik, maka seusia Great ini, mulai ada gangguan. Perhatikan pula slang airnya, kalau sudah kembung sebaiknya ganti baru.

2. Saringan bensin ada ditempat tersembunyi, kemungkinan sudah lama tidak dibersihkan, dan kalau bisa minta periksa pompa bensin yang ada di dalam tangki bensin. Coba di luar apakah tekanannya lancar.

3. Kalau ada bunyi duk duk di depan, coba periksa kemungkinan sokbrekernya sudah bocor.

4. Jangan lupa ganti oli power steering, karena kalau lebih dari 20.000 km, dikawatirkan akan merusak as power dan seal stering. Memperbaiki ongkosnya mahal, juga perhatikan slang power steering, kalau basah oleh oli, segera perbaiki, tidak perlu beli orisinil, cari bengkel alat berat, bisa ganti slang tekanan tinggi itu.

Ganti oli transaxel (gardan) setiap 20.000 km, dan juga minyak rem. Kalau terlamabat ganti karet rem rusak, bisa keluar biaya lebih besar.